Sembuh Dari COVID-19 di Kabupaten Penajam Tambah 102 Orang

Penajam, Kaltim – Jumlah pasien Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur hari ini bertambah 102 orang, sehingga total sembuh naik menjadi 2.879 orang.

“Dalam tiga hari terakhir jumlah kasus yang sembuh di PPU jauh lebih banyak ketimbang yang positif. Semoga tingkat penyebaran COVID-19 terus mengecil dan tidak ada lagi,” ujar Juru Bicara Penanganan COVID-19 Kabupaten PPU dr Jansje Grace Makisurat di Penajam, Kamis.

Hari ini jumlah warga yang positif COVID-19 di PPU bertambah 23 orang, sehingga total positif menjadi 3.671 orang. Kemudian ada tambahan 7 pasien meninggal dunia, sehingga meninggal akibat COVID-19 menjadi 172 orang.

Adanya total positif 3.671 orang dan yang sembuh sebanyak 2.879 orang, maka tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di PPU mencapai 78,42 persen.

Kesembuhan 78,42 persen ini mengalami peningkatan 2,3 persen jika dibandingkan dengan tingkat kesembuhan hari sebelumnya dengan tingkat kesembuhan 76,12 persen.

Grace melanjutkan, perkembangan dari total positif sebanyak 3.671 orang ini adalah masih ada 37 pasien dalam perawatan, 583 orang isolasi mandiri, 172 orang meninggal, dan 2.879 orang telah sembuh.

Sedangkan perkembangan per kecamatan dari total positif yang sebanyak 3.671 orang tersebut adalah di Kecamatan Penajam ada 258 orang positif, 1.607 orang sembuh, dan 71 orang meninggal.

Kemudian di Kecamatan Waru masih ada 70 orang positif, ada 329 orang sembuh, 18 orang meninggal dunia. Kecamatan Babulu ada 128 orang yang positif, 381 orang dinyatakan sembuh, dan ada 36 orang meninggal.

Berikutnya di Kecamatan Sepaku masih terdapat 164 orang positif, tercatat ada 562 orang sembuh, dan ada 47 orang meninggal.

Ia melanjutkan, hari ini pun terdapat penambahan 25 kasus suspek COVID-19, sehingga total suspek sejak 22 Maret 2020 hingga 12 Agustus 2021 menjadi 5.295 kasus.

“Perkembangan dari total 5.295 suspek ini adalah terdapat 2 orang isolasi mandiri, 2 orang dirawat di rumah sakit, 25 orang meninggal dengan komorbid, selebihnya ada yang menjadi positif dan banyak yang sembuh,” ujarnya. (Ant)