Penajam, Kaltim – Desa/kelurahan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur memiliki sebanyak 338 Posko Penanganan COVID-19, guna mencegah dan meminimalisir penularan virus Corona hingga di level paling bawah.
“Desa/kelurahan di PPU ada 54. Dari jumlah ini, masih ada 4 desa/kelurahan yang belum menyetorkan data,” ujar Kasi Pendataan dan Pengembangan Informasi Pembangunan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten PPU Ika Sutiyasih di Penajam, Jumat.
Ini berarti jumlah posko yang sebanyak 338 unit tersebut tersebar pada 50 desa/kelurahan yang telah melaporkan data, sehingga jika semua telah melapor, maka jumlah posko diyakini lebih dari 338 unit karena semua desa/kelurahan di PPU telah memiliki Posko Penanganan COVID-19.
Posko tersebut ada yang sudah dibentuk sejak tahun lalu, terutama di desa-desa, sedangkan yang di kelurahan ada yang sudah dibentuk tahun lalu, ada juga yang baru dibentuk tahun ini.
Ia menuturkan, masing-masing desa/kelurahan tidak sama jumlah poskonya, ada yang hanya 1 posko sebagai posko induk, namun ada juga yang jumlahnya lebih dari 30 posko di luar posko induk karena ada yang tiap RT dibentuk satu posko.
“Seperti di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu yang memiliki 33 Posko COVID-19. Kemudian di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru terdapat 31 Posko Penanganan COVID-19,” ucap Ika.
Rincian per kecamatan dari data yang masuk 338 posko tersebut adalah di Kecamatan Penajam terdapat 78 posko, Kecamatan Waru terdapat 69 posko, Kecamatan Babulu ada 167 posko, dan Kecamatan Sepaku terdapat 124 posko.
Dari total 338 posko tersebut, lanjut Ika, ada 2.379 sumber daya manusia atau petugas yang dilibatkan, yakni di Kecamatan Penajam melibatkan 383 petugas.
“Kemudian posko di Kecamatan Waru melibatkan 311 petugas, di Kecamatan Babulu terdapat 936 petugas yang terlibat, dan di Kecamatan Sepaku melibatkan 749 petugas,” kata Ika. (Ant)





