BPS: Inflasi di Kaltim 0,40 Persen Pada Febuari 2020

Samarinda, – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya kenaikan harga sejumlah harga barang dan jasa menjadi penyebab terjadinya inflasi di Kalimantan Timur sebesar 0,40 persen pada Februari 2020.

“Kenaikan harga ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik sebesar 1,13 persen,” ujar Kepala BPS Provinsi Kaltim Anggoro Dwitjahyono di Samarinda, Senin.

Anggoro mengatakan kelompok pengeluaran lainnya yang mengalami inflasi pada periode ini adalah pakaian dan alas kaki 0,02 persen, diikuti perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,28 persen serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,43 persen.

Selain itu, kelompok kesehatan ikut menyumbang andil inflasi 0,04 persen, diikuti rekreasi, olahraga dan budaya 0,30 persen, pendidikan 0,05 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,31 persen serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,48 persen.

Terdapat dua kelompok pengeluaran yang menyumbang deflasi sehingga menekan inflasi pada Februari 2020 yaitu transportasi 0,37 persen serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,07 persen.

“Dengan perubahan ini, maka inflasi tahun kalender di Kaltim pada Februari 2020 sebesar 0,72 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 2,08 persen,” ujarnya.

Secara keseluruhan, laju inflasi di Kalimantan Timur ikut dipengaruhi oleh dua kota besar yang menjadi patokan dalam penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) yaitu Samarinda yang menyumbang inflasi 0,37 persen dan Balikpapan 0,44 persen.

Sementara itu, inflasi pada Februari 2020 sebesar 0,40 persen juga merupakan yang tertinggi dalam dua tahun terakhir di Kalimantan Timur karena sebelumnya inflasi pada Februari 2018 hanya tercatat 0,23 persen dan Februari 2019 bahkan terjadi deflasi 0,01 persen. (Ant)