BI Gelar Pelatihan Bagi UMKM Tangguh Menopang Perekonomian

Samarinda – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) menggelar pelatihan bagi puluhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk mewujudkan pelaku UMKM yang tangguh dalam menopang perekonomian.

“Melalui pelatihan ini diharapkan terwujud UMKM tangguh yang menjadi kekuatan baru dalam menopang perekonomian melalui ekspansi di tingkat nasional dan pasar global,” kata Kepala BI Kantor Perwakilan Provinsi Kaltim Tutuk SH Cahyono di Samarinda, Selasa.

Dalam pelatihan ini, BI Kaltim mendatangkan motivator yang juga praktisi UMKM, pegiat sociopreuner dan founder Listrik Mandiri Rakyat (LIMAR), Ujang Koswara.

Peserta mengikuti pelatihan Kelas Potensial Batch 2 dalam rangkaian Business Entrepreneur School of Talent (BEST) dengan tema ”UMKM Naik Kelas menuju Go Digital”.

Rangkaian pelatihan BEST Kelas Potensial Batch 2 akan diselenggarakan selama satu minggu ke depan, yakni dari 28 September hingga 4 Oktober 2021 di Kota Samarinda.

“Kegiatan ini merupakan seri kedua dari pelatihan BEST yang telah diselenggarakan sebelumnya, yakni pada 26 Agustus hingga 3 September 2021,” ucap Tutuk.

Pelatihan ini diikuti oleh UMKM Kaltim terseleksi yang berasal dari pendaftaran terbuka dan atas rekomendasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kabupaten/kota se-Kaltim.

“Selama satu pekan ke depan, peserta pelatihan BEST akan mengikuti berbagai kelas yang akan menghadirkan berbagai narasumber yang kompeten di bidang masing-masing,” katanya.

Peserta akan mendapatkan materi terkait korporatisasi dan legalitas usaha dari Disperindagkop dan DPMPTSP Provinsi Kaltim, sebagai pengayaan.

Sedangkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas UMKM, peserta akan diberikan materi terkait pengembangan produk, branding produk, perhitungan produk yang kompetitif, promosi produk, dan pengenalan e-commerce, sosial media digital marketing dan sebagainya.

Peserta juga mendapat materi akses pembiayaan dan sistem pembayaran, termasuk penggunaan QRIS sebagai salah satu media untuk memudahkan transaksi digital sekaligus mencatat transaksi harian untuk ‘credit profile’ dan memudahkan memperoleh kredit ke depannya.

Hadir dalam pembukaan pelatihan hari ini adalah Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM serta Otoritas Jasa Keuangan.

Untuk mendukung fasilitasi akses pembiayaan bagi UMKM, turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah dari BRI, BNI, dan Bank Kaltimtara sebagai unsur perbankan. (Ant)