BI bersama Pemkot Samarinda sinergi tekan inflasi

Samarinda – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah Pemerintah Kota Samarinda bersinergi untuk menekan laju inflasi, yakni melalui peluncuran Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

“Peluncuran GNPIP dilakukan hari ini yang kami luncurkan bersama Wali Kota Samarinda Andi Harun di Kampung Tangguh, yakni di Kelurahan Loa Bakung, Samarinda,” ujar Kepala BI Perwakilan Provinsi Kaltim Ricky Perdana Gozali melalui rilisnya, Rabu malam.

GNPIP merupakan aksi nyata untuk mendukung optimalisasi dalam pengendalian inflasi pangan dari sisi hulu-hilir, sebagai upaya tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam Rakornas Pengendalian Inflasi tahun 2022.

Menurutnya, terdapat enam program unggulan pengendalian inflasi yang dicanangkan dalam peluncuran GNPIP itu, yakni pasar murah, kerja sama antardaerah, urban farming, bantuan ongkos angkut, peresmian kios stabilisator inflasi, dan penyerahan sertifikat Kampung Andalan Ketahanan Pangan.

Untuk memperkuat ketersediaan pasokan bahan pangan di Samarinda, lanjutnya, dilakukan penandatanganan kerja sama antardaerah, yakni melibatkan Perumda Varia Niaga Samarinda, Perusda Kriya Pinrang Sulsel, dan Pos Logistik untuk menyediakan bahan pangan khususnya komoditas beras dan cabai rawit.

Sedangkan untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, Rabu ini juga diluncurkan Gerakan Urban Farming serentak di Kota Samarinda (pada 59 kampung dan pondok pesantren) dengan pemberian bibit cabai sebanyak 7.700 bibit cabai.

“Penguatan ketahanan pangan juga dilakukan pada beberapa kluster, salah satunya Kluster Mugirejo berupa pemberian bantuan pupuk untuk ekstensifikasi produksi cabai dan hortikultura yang selama ini sudah dilakukan,” ucap Ricky.

Sementara itu, untuk mengawali implementasi GNPIP di Samarinda, dilaksanakan kegiatan Pasar Murah dan Pasar Tani yang melibatkan Bulog, Perusda Varia Niaga, Distributor serta Petani binaan dengan harga murah karena di bawah harga pasar.

“Kegiatan Pasar Murah ini dilaksanakan untuk memberikan keyakinan positif kepada masyarakat, yakni ketersediaan pasokan pangan di Samarinda khususnya dan Kalimantan Timur umumnya masih tersedia dengan harga yang terjangkau,” ucap Ricky. (Ant)