Forsekdesi Penajam Rayakan HUT Pertamanya

Penajam, – Forum Sekretaris Desa Indonesia (Forsekdesi) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) merayakan hari jadinya yang pertama dengan cara menggelar rapat koordinasi dan mengundang pihak dan dinas terkait untuk penguatan tugas dan fungsi sebagai sekretaris desa.

“Jika yang lain merayakan HUT-nya dengan cara wisata dan makan-makan, tapi kami dengan cara yang berbeda, yakni untuk menguatkan kapasitas, makanya kita mengundang dinas dan pihak terkait,” ujar Ketua Forsekdesi Kabupaten PPU Yuni Nurhayati di Rintik, Sabtu.

Pihak terkait yang diundang rakor dalam rangka hari ulang tahun ke-1 di organisasi yang dipimpinnya itu adalah Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Tim Teknis Program Pembangunan, Pemberdayaan Kelurahan dan Perdesaan Mandiri (Pro-P2KPM) Kabupaten PPU.

Apalagi Pro-P2KPM merupakan program baru yang diluncurkan tahun ini, sehingga mereka merasa perlu mengetahui lebih dalam mengenai pola pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang anggarannya dari Alokasi Dana Desa (ADD) maupun dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Khusus Kabupaten PPU.

“Dalam Bankeu Khusus tahun ini diutamakan untuk pemberdayaan masyarakat sehingga kegiatannya berupa pelatihan dan pengadaan peralatan, maka melalui forum ini, kami ingin penjelasan dari dinas dan tenaga teknis mengenai pola pelatihan dan hal lain yang bersifat teknis,” katanya.

Sebelumnya, saat Rakor Forsekdesi se-Kabupaten PPU yang digelar di Desa Rintik, Yuli juga mengatakan bahwa dalam draf Perbub tentang Bankeu Khusus ada penjelasan yang membingungkan, sehingga pihaknya perlu menanyakan.

Penjelasan yang membingungkan itu adalah, dalam huruf (h) angka 1 berbunyi, seluruh sisa dana Bankeu Khusus dapat dipergunakan oleh pemerintah desa untuk melanjutkan kualitas atau kuantitas yang berkaitan kegiatan awal sesuai hasil musyawarah.

Sementara di angka 4 disebutkan, jika pemanfaatan dana tidak bisa dipertanggungjawabkan sampai akhir tahun, maka penerima Bankeu Khusus wajib mengembalikan ke rekening kas daerah sejumlah sisa dana yang ada.

Di sisi lain, dalam penjelasan sebelumnya atau di huruf (e) disebutkan bahwa Bankeu Khusus merupakan penerimaan desa yang harus dikelola dan dipertanggungjawabkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“Kalau menganut mekanisme APBDes, maka sisa dana seharusnya menjadi silpa dan kembali ke APBDes untuk digunakan tahun berikutnya, bukan dikembalikan ke rekening daerah. Inilah yang kami penjelasan,” katanya. (Ant)