Siapa Takut Hadiri Seminar Nasional Penanganan Kasus Stunting di Hari Libur

Tenggarong,  – Panitia dan peserta Seminar Nasional dan Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) diapresiasi Bupati Kutai Kartanegara, Edy Damansyah.

Semua tetap terlihat semangat dan antusias mengikuti rangkaian kegiatan meski di hari libur sebagai bentuk komitmen mewujudkan Kabupaten Kutai Kartanegara Go Zero Malnutrition atau bebas masalah stunting akibat kurang nutrisi asupan gizi seimbang.

Menurut Bupati Edy, awalnya dia mempertanyakan kenapa panitia melaksanakan kegiatan tidak di hari kerja. Setelah mendengar penjelasan bahwa upaya penanganan kasus stunting tidak kenal hari libur, maka Bupati sepakat dan mendukungnya.

“Siapa takut hadiri seminar nasional penanganan kasus stunting di hari libur. Ketika berbicara hajat kualitas hidup orang banyak kita harus siap,” tegas Bupati Edy Damansyah saat memberikan paparan dan sekaligus membuka Seminar Nasional dan Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), di Gedung Aula Kantor BAPPEDA Kutai Kartanegara, Tenggarong, Sabtu (22/2).

Terkait penanganan stunting, Pemkab Kutai Kartanegara sudah menetapkan Strategi Percepatan Pencegahan dan Penanganan Gizi Buruk (Stunting).

Diantaranya berinovasi membuat Gerakan Keluarga Peduli Pencegahan dan Atasi Stunting (Raga Pantas). Ini sebuah gerakan penangan stunting berbasi keluarga.

Intinya memberikan fokus pada seribu hari pertama kehidupan, 270 hari masa kehamilan, 730 masa pertumbuhan dan usia 2 tahun.

“Fokus disitu. Makanya akan kuatkan fungsi Posyandu untuk penanganan stunting. Selama ini sudah bekerja, tapi perlu penguatan fungsi Posyandu sebagai ujung tombak dalam pelayanan dan pemberdayaan bidang kesehatan ibu, anak dan lansia,” katanya.

Sebagai penunjang, dia akan memberikan perhatian terhadap kader posyandu/kesehatan, pembinaam, dan pengawasan posyandu.

Pemkab Kutai Kartanegara juga sudah berkoordinasi dengan para pihak termasuk polres dan dandim ikut memastikan ibu hamil di wilayahnya sehat.

“Sudah minta ibu hamil agar rutin periksa kesehatan di Posyandu atau Puskesmas. Yang tidak mau dibawa periksa digotong ke posyandu. Kalau sudah dipastikan kembalikan. Harapannya pada gilirannya akan terbebas dari kasus stunting,” katanya. (Ant)