RTH Miliaran Rupiah Di Penajam Tidak Terawat

Penajam, – Lebih kurang tiga tahun ruang terbuka hijau (RTH) yang berlokasi di Kilometer 8 Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang menghabiskan dana sekitar Rp1,7 miliar dibiarkan terlantar tidak terawat.

Pantuan ANTARA di lokasi, Selasa, kondisi RTH yang rampung dibangun sejak 2016 tersebut terlihat ditelantarkan dan tidak dirawat Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara sehingga tidak indah dan asri.

RTH itu dipenuhi rumput liar, serta beberapa tanaman atau pohon yang dibeli menggunakan anggaran Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terlihat banyak yang mati.

Sehingga RTH di depan Stadion Panglima Sentik tersebut kondisinya sangat memprihatinkan, rumput hijau yang sebelumnya menghiasi halaman depan stadion kini dipenuhi rumput ilalang setinggi lutut orang dewasa.

Bahkan sejumlah tanaman atau pohon yang ditanam di RTH dengan luas lebih kurang 6,3 hektare itu sudah pada layu atau mati dan tidak sedap dipandang mata.

“Kami kesulitan merawat RTH yang ada sebab keterbatasan anggaran akibat penurunan pendapatan daerah,” ungkap Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Penajam Paser Utara, Rivana Noor ketika dikonfirmasi.

Selain keterbatasan dana pemeliharaan menurut dia, instansinya juga kekurangan personel dan mesin pemotong rumput untuk melakukan perawatan sekitar 31 hektare RTH di Kabupaten Penajam Paser Utara, termasuk RTH di depan Stadion Panglima Sentik.

Anggaran perawatan RTH lanjut Rivana Noor, hanya sekitar Rp1 miliar dan dana tersebut sebagian besar digunakan untuk gaji 75 THL (tenaga harian lepas) yang merawat 31 hektare ruang terbuka hijau di Benuo Taka (sebutan Kabupaten Penajam Paser Utara).

“Anggaran itu juga untuk pemeliharaan taman jalan protokol di wilayah Penajam Paser Utara, tapi pelan-pelan kami lakukan perawatan secara swakelola dengan memanfaatkan dana, personel serta peralatan yang ada,” katanya.

Sejumlah warga yang ditemui juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara yang menelantarkan RTH tanpa ada perawatan.

Warga Kabupaten Penajam Paser Utara menyatakan RTH yang pembangunannya telah menghabiskan dana miliaran rupiah itu ditelantarkan dan tidak dirawat, sehingga merusak keindahan kota. (Ant)