Penajam Kaltim, sahabatrakyat.com – Sebanyak 30 desa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur sepakat membentuk Relawan SDGs (Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) hingga tahun 2030.
Relawan SDGs di tiap desa akan bertugas melakukan pendataan untuk menuju pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Ramang, Tenaga Ahli Bidang Pembangunan Partisipatif Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten PPU di Penajam, Rabu.
Untuk pendataan dalam rangka SDGs ini, lanjutnya, relawan akan melakukan proses penggalian, pengumpulan, pencatatan, verifikasi, dan validasi data SDGs desa yang memuat data objektif kewilayahan dan kewargaan desa.
Ia mengatakan hal-hal yang didata berupa aset dan potensi desa yang dapat didayagunakan untuk pencapaian tujuan pembangunan desa. Kemudian masalah ekonomi, sosial, dan budaya yang dapat digunakan sebagai bahan rekomendasi penyusunan program pembangunan desa.
“Hal lain yang perlu didata adalah berbagai informasi yang menggambarkan kondisi objektif desa dan masyarakat desa,” ujarnya saat pertemuan dengan para kepala desa se-PPU dalam rangka pembentukan Relawan Pemutakhiran Data berbasis SDGs Desa tersebut.
Ia melanjutkan SDGs Desa merupakan upaya terpadu pembangunan desa untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, sehingga hal ini menjadi penting dalam rangka perencanaan pembangunan jangka panjang.
Mengutip dari Permendes PDTT Nomor 13 tahun 2020, lanjut Ramang, terdapat 18 tujuan dan sasaran pembangunan melalui SDGs Desa, yakni desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera, pendidikan desa berkualitas, desa berkesetaraan gender, desa layak air bersih dan sanitasi, desa berenergi bersih dan terbarukan, pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa, inovasi, dan infrastruktur desa.
Berikutnya adalah desa tanpa kesenjangan, kawasan pemukiman desa berkelanjutan, konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan, pengendalian dan perubahan iklim oleh desa.
“Tujuan SDGs selanjutnya adalah ekosistem laut desa, ekosistem daratan desa, desa damai dan berkeadilan, kemitraan untuk pembangunan, kelembagaan desa dinamis, dan budaya desa adaptif,” tutur Ramang. (Ant)





