PDRB harga berlaku Kaltim capai Rp230,13 triliun

Samarinda – Produk domestik regional bruto (PDRB) berdasarkan harga berlaku di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada triwulan II-2022 mencapai Rp230,13 triliun, dengan sumbangan terbesar dari lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang mencapai Rp124,22 triliun.

“PDRB triwulan II-2022 yang mencapai Rp230,13 triliun ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercatat Rp186,93 triliun,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Yusniar Juliana di Samarinda, Senin.

Namun jika dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2021, maka PDRB Kaltim mengalami penurunan, karena pada triwulan II-2021 PDRB Kaltim berdasarkan harga berlaku mencapai Rp170,62 triliun.

Lapangan usaha yang memberikan kontribusi terbanyak kedua adalah industri pengolahan yang mencapai Rp35,17 triliun, terjadi kenaikan ketimbang triwulan sebelumnya yang tercatat Rp32,47 triliun.

Sementara lapangan usaha yang memberikan andil terbesar ketiga terhadap PDRB Kaltim adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mencapai Rp16,2 triliun.

Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan ini terus tumbuh positif pada triwulan II-2022 ini, karena sebelumnya nilainya lebih rendah, yakni pada trwulan I-2022 senilai Rp15,65 triliun, dan pada triwulan II 2021 senilai Rp14,37 triliun.

Ia melanjutkan, jika dilihat PDRB Kaltim berdasarkan harga konstan, maka pada triwulan II-2022 senilai Rp124,48 triliun, naik ketimbang triwulan sebelumnya yang senilai Rp120,81 triliun, kemudian naik ketimbang triwulan yang sama tahun sebelumnya yang juga senilai Rp120,81 triliun.

Secara regional, lanjutnya, kinerja ekonomi di Pulau Kalimantan pada Triwulan II-2022 ketimbang kondisi Triwulan II-2021, mengalami pertumbuhan sebesar 4,25 persen (y-on-y).

Begitu pula jika kinerja ekonomi regional Kalimantan diukur secara kumulatif (c-to-c), ekonomi di Pulau Kalimantan pada Semester I-2022 tumbuh sebesar 3,76 persen.

Secara q-to-q, maka provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Kalimantan Selatan yang sebesar 7,94 persen, disusul Kalimantan Timur tumbuh 3,03 persen, Kalimantan Tengah 2,92 persen, Kalimantan Utara 2,64 persen, dan Kalimantan Barat tumbuh 2,22 persen.

Sementara itu, jika dilihat dari struktur perekonomian Pulau Kalimantan secara spasial pada Triwulan II-2022, masih terlihat dominasi Kalimantan Timur dalam perekonomian regional Kalimantan dengan peranan sebesar 53,47 persen.

“Kemudian diikuti Kalimantan Barat sebesar 14,66 persen, Kalimantan Selatan sebesar 13,42 persen, Kalimantan Tengah sebesar 11,40 persen, dan Kalimantan Utara sebesar 7,06 persen,” kata Yusniar. (Ant)