Provost Kawal Ketat Tes Urine Prajurit Korem 091/ASN

Samarinda, – Sejumlah anggota Provost mengawal ketat saat 100 prajurit TNI dan PNS di lingkungan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) melakukan tes urine, guna memastikan bahwa urine tersebut benar-benar tidak ditukar dengan urine orang lain atau dicampur air.

“Saya sih tenang saja meski pengawalan ketat saat tes urine tadi karena saya tidak pernah pakai narkoba. Ternyata benar hasil tes saya negatif. Pokoknya ketat pemeriksaan tadi, sampai kamar mandi saya diikuti untuk memastikan bahwa urinenya milik saya,” kata anggota Penrem 091/ASN Praka Banu APB di Samarinda, Senin.

Hal itu ia katakannya ketika ditemui usai mengikuti tes urine dan melihat hasilnya. Pengambilan urine dilakukan di kamar mandi, tapi pintunya tidak boleh ditutup. Di depan tiap pintu kamar mandi ada dua anggota Provost dan intel berjaga.

Dari hasil pemeriksaan tes urine yang berlangsung di Markas Korem 091/ASN Samarinda, hasilnya dinyatakan negatif yang berarti tidak ada indikasi bahwa personel TNI dan PNS yang mengkonsumsi narkotika maupun obat-obatan terlarang.

Sementara itu, Kasi Intel Korem 091/ASN Kolonel Inf Priyanto Eko Widodo setelah melakukan tes urine mengatakan, pihaknya sengaja melakukan tes urine secara dadakan agar tidak ada prajurit TNI yang mengetahui sehingga tidak melakukan persiapan apapun, bahkan 100 orang yang dilakukan tes urine juga dipilih secara acak.

Menurutnya, tes urine dilakukan untuk mencegah sekaligus memberantas narkoba di lingkungan TNI AD khususnya satuan Korem 091/ASN. Jika dalam tes tersebut ditemukan adanya prajurit atau PNS yang positif menggunakan narkoba, maka akan dikenakan sanksi berat.

Ia juga mengatakan, narkoba merupakan musuh bersama semua elemen, sehingga TNI AD khususnya dari Korem 091/ASN dituntut memiliki komitmen tidak mengkonsumsi narkoba sekaligus menyatakan perang melawan narkoba.

Untuk itu pihaknya kerap melakukan tes urine secara dadakan agar semua prajurit tidak mengetahui sebelumnya, sehingga tes urine yang dilakukan saat ini bukan merupakan hal yang pertama kali dilakukan.

“Kami tidak hanya melakukan tindakan represif, kami juga menjalankan langkah preventif dengan rutin menggelar penyuluhan kepada seluruh prajurit untuk memerangi narkoba dan menjelaskan apa saja bahayanya. Kalau ada prajurit yang sampai terjerat narkoba, tidak ada toleransi dan dipecat dari kedinasan,” katanya menegaskan. (Ant)